Film Indonesia dengan Soundtrack Lagu Terbaik

lagu soundtrack film indonesia romantisFilm dan musik adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Film merindukan musik lewat scoring, sedangkan musik merindukan film lewat video klip. Kalau keduanya disatukan, maka lengkaplah keindahannya. Kita pun bisa menyaksikan berbagai gabungan apik di film musikal, seperti The Umbrellas of Cherbourg (1964), Singin’ in the Rain (1952), ataupun Dancer in the Dark (2000) ; dan scoring ternama ala Hans Zimmer di Lion King (1994), Gladiator (2000), Inception (2010), dan Interstellar (2014).

Tapi mari kita lupakan produknya orang asing itu ; dan mari menengok karya film dari dalam negeri. Beberapa film di artikel ini adalah film yang memiliki kesan mendalam, berkat sejumlah lagu di dalamnya. Berikut 7 diantara beberapa film tersebut, yang sudah groupbands rangkum dengan sepenuh hati.

Monggo! (karena “cekidot” sudah terlalu mainstream) 😀

13 Dara (1956)

Film musikal garapan bapak perfilman kita, Usmar Ismail, ini bercerita mengenai tiga perempuan lajang yang sedang mencari (dan dicarikan) pasangan. Tapi masalah justru hadir karena calon pasangan buat si sulung jadi rebutan.

Memenangi kategori tata musik terbaik (Sjaiful Bachri) di Festival Film Indonesia 1960, film ini tidak hanya nikmat untuk ditonton, tapi juga nikmat untuk didengar. Kita pun bisa melihat budaya jaman baheula, yang mana di salah satu adegannya, masih ada balas-balasan pantun sembari dansa. Asyik ya.

2Kantata Takwa (2008)

Kantata Takwa adalah film dokumenter karya Eros Djarot dan Gotot Prakosa, yang memadukan antara cerita perlawanan rezim dengan dokumentasi konser akbar “Kantata Takwa” tahun 1991 di Gelora Bung Karno. Selain cerita teatrikal, di film ini kita juga bisa menyaksikan dialog para penggawa Kantata Takwa, yaitu WS Rendra, Iwan Fals, Sawung Jabo, Jockie Surjoprajogo, dan Setiawan Djodi.

Di buat tahun 1991, film ini adalah rekam jejak penting akan gejolak rezim Suharto. Banyak sekali lagu-lagu bermuatan kritik, yang amat asyik, seperti : Hio, Bongkar, Bento, dan masih banyak lagi.

3Petualangan Sherina (2000)

Petualangan Sherina adalah karya penting, yang menjadi salah satu penanda berakhirnya masa genting perfilman Indonesia.

Selain penting, film musikal yang satu ini juga begitu segar. Mungkin karena setting-nya daerah kebun teh, dan Lembang. Atau karena lagu-lagunya yang bagus, dan kemampuan vokalnya Sherina? Ya, mungkin perpaduan semuanya.

4Ada Apa dengan Cinta (2002)

Meskipun bukan film musikal, AADC (dan 3 judul film setelah ini) rasanya tetap layak untuk dinobatkan sebagai film Indonesia dengan musik asyik selanjutnya.

Diisi oleh karya-karya Melly Goeslaw, hampir semua lagu di film AADC terasa begitu catchy dan kuat dalam mengarahkan mood. Ada lagu Ku Bahagia yang bisa mengajakmu lompat-lompat ; ada juga Bimbang dan Denting yang bisa membuat kamu galau sembari guling-guling.

5Janji Joni (2005)

Beranjak ke tahun 2005, musik independen Indonesia sudah jauh berkembang pesat. Kita pun bisa menemukan itu di film garapan Joko Anwar, yaitu Janji Joni, yang musiknya disesakki oleh sejumlah band independen seperti The Adams, Zeke and the Popo, Sore, White Shoes and the Couples Company, Sajama Cut, Goodnight Electric, dan, beberapa lainnya.

Alhasil Janji Joni pun jadi sebuah film dengan paket lengkap, yang berisikan : cerita baik, aktor dan aktris menarik (Maria Renata dan Nicholas Saputra), dan musik asyik.

6Berbagi Suami (2006)

Tidak terlalu berbeda dengan Janji Joni, Berbagi Suami juga diisi oleh sejumlah musisi independen.

Tapi, di Berbagai Suami, sesuai dengan ceritanya, lagu-lagu yang diangkat tidak mengusung jiwa muda yang ceria ; tapi sebaliknya. Berbagai lagu lama yang diaransemen ulang, dan lagu yang mengusung kepelikan, mengiringi cerita tiga wanita : Salma (Jajang C Noer), Siti (Shanty), dan Ming (Dominique).

73 Hari untuk Selamanya (2007)

Film perjalanan dua anak muda, yaitu Ambar (Adinia Wirasti) dan Yusuf (Nicholas Saputra) ini memang tidak diisi oleh banyak musisi. Bahkan, hanya satu saja, yaitu Float.

Meskipun tidak semua lagu Float klop dengan cerita filmnya, tapi kualitas dari lagu-lagunya tidak diragukan lagi. Band yang berdiri tahun 2004 ini pun tidak perlu terlalu pusing bikin lagu sebanyak-banyaknya, karena 10 lagu di film ini tetap nikmat untuk didengar sampai saat ini.

Ketujuh film ini hanya sedikit dari banyak film Indonesia yang diisi musik asyik4. Ada film lain yang musiknya mendulang prestasi, seperti What They Don’t Talk About When They Talk About Love yang diisi oleh Zeke Khaseli ; atau beberapa film lain seperti 30 Hari Mencari Cinta, Alexandria, Catatan Akhir Sekolah, dan Realita, Cinta, Dan Rock n’ Roll, yang sebenarnya bisa saja berada di daftar ini.

Tapi ya ketujuh film diatas, yang kemudian groupbands pilih untuk suguhkan ke kamu. Untuk yang tidak termasuk di daftar ini kamu cari infonya sendiri ya! Dan kalau ada film yang belum kalian tonton dan dengar, jangan lupa dicari atau sambangi pemutarannya.

GROUPBANDS STAFF
"Love is the answer, and you know that for sure; Love is a flower, you've got to let it grow". - John Lennon